Senin, 11 Oktober 2010

sistim suspensi mobil


PENOPANG TUNGGANGAN
Sekilas suspensi mobil sama dengan mobil standar jalanan. 
Tapi kalau dikorek lebih jauh, bedanya banyak betul. Simak saja penuturan 
Taqwa SS soal perangkat ini.
Kita sering kali dibuat takjub oleh performa mobil WRC. Ia mampu melibas setiap medan –gravel,
aspal, dan salju-dengan baik dan handlingnya bagus. Mobil bias melaju kencang padahal
permukaan jalan kasar dan sulit dilewati oleh mobil biasa.
Rahasianya terletak pada suspensi yang digunakan. Dan peranti itulah yang memperkuat ketahanan
mobil tersebut disegala medan.
Buat kita, suspensi merupakan satu kata sederhana, tapi menjadi kata yang sangat kompleks bagi 
para mekanik WRC karena mengingat fungsi dan manfaatnya.
TECHNOFILE
PENOPANG TUNGGANGAN
Sekilas suspensi mobil sama dengan mobil standar jalanan. 
Tapi kalau dikorek lebih jauh, bedanya banyak betul. Simak saja 
penuturan Taqwa SS soal perangkat ini.
Kita sering kali dibuat takjub oleh performa mobil WRC. Ia mampu melibas setiap medan
–gravel, aspal, dan salju-dengan baik dan handlingnya bagus. Mobil bias melaju kencang 
padahal permukaan jalan kasar dan sulit dilewati oleh mobil biasa.
Rahasianya terletak pada suspensi yang digunakan. Dan peranti itulah yang memperkuat 
ketahanan mobil tersebut disegala medan.
Buat kita, suspensi merupakan satu kata sederhana, tapi menjadi kata yang sangat kompleks 
bagi para mekanik WRC karena mengingat fungsi dan manfaatnya.
Lantas apa sih suspensi itu? Itu adalah perangkat untuk menjaga agar mobil tetap bersentuhan
dengan jalanan dengan beban yang konstan. Secara fungsional, fungsi suspensi WRC dengan
mobil standar jalana tidak berbeda, hanya manfaatnya saja yang berbeda.
Perlu diingat, suspensi pada WRC memegang peranan penting karena berhubungan dengan
gerak dinamis kendaraan, daya tahan kendaraan, handling dan rasa percaya diri driver juga
co-driver. Kalau suspensi WRC kehilangan empat unsure tadi, hamper dipastikan mobil tak 
akan pernah menang. Apalagi finis.
Tapi pemakaian suspensi di WRC tidak sembarangan. Ada sejumlah aturan yang dikeluarkan
FIA yang membatasi pemakaian suspensi. Dan setiap tim harus tunduk pada ketentuan tersebut,
meskipun setiap tim memiliki fasilitas pendukung teknik janggih yang bias memproduksi
suspensi secara maksimal.

Saat ini sebagian besar kendaraan WRC memakai suspensi tipe MacPherson untuk 
bagian depan dan belakang
Tapi ada juga tim yang memakai trailing arm system untuk suspensi belakang. Untuk 
meningkatkan performa ketahanan suspensi, tim juga menggunakan external reservoir 
dumper, full adjustable bump dan rebound.
Tapi yang terpenting, rancanan suspensi harus sesuai dengan lintasan dan mobil yang 
dipakai. Tujuannya agar mobil mendapatkan daya cengkram yang pas, stabilitas yang 
baik serta kenyamanan yang cocok dengan selera driver.
Karakter suspensi mobil reli berbeda-beda di setiap lintasan. Untuk lintasan gravel kasar 
dan berbatu, mobil memakai suspensi yang memiliki karakter ekstra travel dan berdaya
tahan kuat. Tapi rasa nyaman bagi driver tetap dijaga. Setingan seperti ini juga berlaku 
bagi lintasan gravel yang jaraknya panjang.
Sedangkan untuk gravel dengan permukaan licin, mobil dituntut memiliki karakter suspensi 
yang agresif dan terkendali dengan mengurangi kenyamanan berkendara.
Untuk lintasan aspal, karakter suspensi mobil reli harus seperti racing car, yakni travel
minimum, stiff (kaku) serta jarak clrearance yang rendah. Sedangkan untuk medan bersalju, 
dipergunakan suspensi berkarakter soft dan medium travel sehingga mobil memiliki daya
cengkeram yang kuat dan handling yang baik.
Keterbatasan aturan dan sulitnya medan reli menyebabkan riset dan perkembangan suspensi 
WRCar sangat maju dan signifikan. Kemajuan itu tidak saja dalam kemampuan tetapi juga 
dalam pemakaian bahan.
Sering kali, suspensi WRCar terbuat dari titanium dan aluminium. Kedua bahan ini lebih unggul 
disbanding besi atau baja. Bobotnya lebih ringan dan kuat sehingga hanya diaplikasi sebagai 
batang penyagga atau penghubung suspensi. Denbgan bahan tersebut, penggunaan suspensi 
dapat menghemat ruang dan tidak mengganggu kerj asuspensi karena bobotnya ringan. Kinerja
suspensi WRCar juga disempurnakan dengan anti-roll bar system, yang membantu mengurangi
efek rolling kendaraan.
Saat ini hamper seluruh tim WRC mempercayakan pengembangan suspensi pada rumah
modifikasi yang mengkhususkan diri pada suspensi. Hanya tim Peugeot saja yang memakai

suspensi rancangan sendiri dan mereka berhasil mengembangkan system ‘hydro-electronic 
anti-roll control’. Dengan teknologi itu, penampilan tin Peugeot berkembang pesat secara
signifikan di berbagai permukaan lintasan.
Dan menurut saya teknologi suspensi akan terus berkembang serta akan menghasilkan 
terobosan baru yang luar biasa. Kita nantikan saja hasil risetnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar