Oli Mobil: Antara Sintetik dan Mineral
Bingung pilih oli sintetik atau mineral? Apa sih bedanya?
( Penulis : Erick Tobing )
Yang membedakan Oli sintetik dan mineral ada pada bahan dasar pembuatan. Pada pelumas mineral, bahan baku yang digunakan terbuat dari minyak mentah (crude oil) dengan penambahan aditif sekitar 10-20 %.
Sedangkan oli sintetik dibuat dari penggabungan unsur-unsur kimia sintetik, baik bahan dasar maupun aditifnya. Proses pembuatannya yang ribet otomatis ngebuat harga oli satu ini jauh lebih mahal dibanding oli mineral.
Keunggulannya oli mesin sintesis sendiri ada pada daya tahan. Oli seperti ini bisa tahan kalo mesin memang diforsir abis-abisan dan dihajar dengan cuaca panas banget (di atas 50 derajat Celcius) terus dingin banget (Di bawah 5 derajat Celcius).
Kondisi di Negara kita ini sebenernya nggak terlalu membutuhkan mesin dengan oli yang mengandung sintetis. Soalnya nggak sampe sepanas gurun pasir atau sedingin kutub utara. Jadi penggunaan oli mineral juga udah cukup.
Yang penting, oli mesin mineral memiliki grade / derajat SAE (Society Automotive Engineers) yang sesuai sama spek mesin. Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, oli dengan spek 15W-30 sampe 20W/ 50 dirasa udah cukup. Jadi gini, 15W-30 berarti 15W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 15 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.
Kalo emang ngerasa kurang dan menyebabkan harus digunakannya oli sinteteik, pilih yang 100 persen sintetik dan bukan semi sintetik atau synthetic base. Dengan begitu, kita nggak bakal rugi. Soalnya, harga nggak jauh beda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar