Rabu, 13 Oktober 2010

sekilas tentang oli


Sekilas mengenai Oli Mobil
Oli yang ada sekarang berbeda dengan tahun 80an dan 90an, hal ini terjadi berkat banyaknya mobil-mobil berkemampuan super seperti mobil-mobil hot hatch (SLR, Z3, Audi TT), mobil-mobil multivalve (16, 32, 64 valve), mobil turbo dan mobil super lainnya membuat produsen oli mengerahkan kemampuannya untuk mengeluarkan oli berkemampuan tinggi.

Apa saja sih tugas oli di mesin kendaraan kita?

Tugas utama oli mesin adalah untuk menghindari bagian-bagian metal dari permukaan parts mesin untuk saling bergesekan dan bertumbukkan satu sama lain dan saling merusak, selain itu juga mentransfer panas yang diakibatkan pembakaran kedalam combustion chamber (ruang pembakaran). Selain itu oli harus dapat menetralkan by product (produk samping yang berbahaya) dari pembakaran seperti Silica (SiO2) dan Acid yang tersuspensi. Oli juga"mencuci" mesin dari pembentukan endapan kimia di ruang bakar dan tetap melapisi permukaan mesin. Dan terakhir, tugas oli adalah meminimalkan terpaparnya permukaan mesin terhadap udara sehingga menghindari proses oksidasi pada suhu dan tekanan yang sangat tinggi.

Bagaimana kita membaca nomor W seperti 5W-40?

Banyak penjelasan mengenai penomoran pada oli, dari SAE, API dan lainnya, tapi disini akan dijelaskan sekilas saja sehingga tidak membuat kita semua menjadi bingung. Nomor sebelum W adalah viscosity (kekentalan) pada saat mesin dingin dan nomor setelah W adalah viscosity pada saat mesin panas. Semakin rendah nomor di depan maka mesin semakin mudah di start pada keadaan dingin.

Sebagai contoh:

5W-40 adalah jenis oli yang
  1. dapat membantu kita menghemat bahan bakar
  2. meningkatkan performa mesin dan tenaga nya
  3. mempermudah start di pagi hari
  4. memastikan perlindungan terhadap mesin dan mencegah terjadinya deposit di mesin
  5. memerlukan pergantian yang lebih lama (5000 - 7000 km)
20W-50 adalah jenis oli yang
  1. melindungi mesin lebih baik
  2. lebih boros bahan bakar karena oli lebih kental
  3. harus dilakukan pergantian oli yang lebih sering (3000 - 5000 km)

Jangan lupa untuk cek oli melalui "dip stick" yang tersedia. Jangan terlalu lama menjalankan kendaraan dengan kondisi oli dibawah batas minimum dip stick. Dibawah itu, maka pompa oli akan mengalami kesulitan untuk mendistribusikan oli bagian atas mesin dan tetap menyisakan oli di bagian paling bawah. Jadi, jagalah agar kondisi oli dalam keadaan normal setiap saat.

Selasa, 12 Oktober 2010

oli sintesis dan oli mineral


Oli Mobil: Antara Sintetik dan Mineral
Bingung pilih oli sintetik atau mineral? Apa sih bedanya?
( Penulis : Erick Tobing )


Yang membedakan Oli sintetik dan mineral ada pada bahan dasar pembuatan. Pada pelumas mineral, bahan baku yang digunakan terbuat dari minyak mentah (crude oil) dengan penambahan aditif sekitar 10-20 %.
Sedangkan oli sintetik dibuat dari penggabungan unsur-unsur kimia sintetik, baik bahan dasar maupun aditifnya. Proses pembuatannya yang ribet otomatis ngebuat harga oli satu ini jauh lebih mahal dibanding oli mineral.
Keunggulannya oli mesin sintesis sendiri ada pada daya tahan. Oli seperti ini bisa tahan kalo mesin memang diforsir abis-abisan dan dihajar dengan cuaca panas banget (di atas 50 derajat Celcius) terus dingin banget (Di bawah 5 derajat Celcius).
Kondisi di Negara kita ini sebenernya nggak terlalu membutuhkan mesin dengan oli yang mengandung sintetis. Soalnya nggak sampe sepanas gurun pasir atau sedingin kutub utara. Jadi penggunaan oli mineral juga udah cukup.
Yang penting, oli mesin mineral memiliki grade / derajat SAE (Society Automotive Engineers) yang sesuai sama spek mesin. Untuk iklim tropis seperti di Indonesia, oli dengan spek 15W-30 sampe 20W/ 50 dirasa udah cukup. Jadi gini, 15W-30 berarti 15W (Winter) menunjukkan pada suhu dingin oli bekerja pada kekentalan 15 dan pada suhu terpanas akan bekerja pada kekentalan 30.
Kalo emang ngerasa kurang dan menyebabkan harus digunakannya oli sinteteik, pilih yang 100 persen sintetik dan bukan semi sintetik atau synthetic base. Dengan begitu, kita nggak bakal rugi. Soalnya, harga nggak jauh beda.

oli


Setiap kendaraan pastinya tidak bisa terlepas dari pemakaian oli atau pelumas. Beberapa bagian seperti mesin, transmisi, gardan, rem hidrolik, kopling (clutch) hidrolik dan power steering agar dapat bekerja dengan sempurna dan terhindar dari kerusakan yang merugikan dan membahayakan.
Pada dasarnya semua jenis oli sama yaitu berfungsi sebagai pelumas yang memuluskan kerja komponen pada mesin dan sekaligus memberi perlindungan serta digunakan sebagai peredam panas dari gesekan mesin tersebut sehingga dapat menjaga dan melindungi mesin dari kerusakan atau keausan akibat pergesekan ekstrim antar komponen metal dalam mesin saat berjalan.

Oli sendiri juga memiliki masa pakai yang terbatas, karena cairannya dapat teroksidasi akibat panas sehingga lama-lama oli tidak dapat bekerja optimal untuk melindungi mesin dan bagian lainnya dari mobil, pada saat itulah oli harus segera diganti. Untuk itu pemilik kendaraan harus memperhatikan selalu kondisi oli mobil di kendaraan, jangan sampai lupa mengecek atau menundanya, sebab apapun mobilnya akan terkena masalah dalam jangka panjang, oleh karena itu persiapkanlah selalu agenda pemeriksaan berkala dan penggantian oli kendaraan anda.

Untuk keperluan tertentu pada bagian mobil, oli dikembangkan dan disesuaikan untuk menjalani fungsinya. Oli sendiri akhirnya terbagi-bagi dalam beberapa jenis. Ada 5 jenis oli pada mobil yang sudah seharusnya rutin dan di cek untuk segera diganti dengan oli baru, yaitu :

Oli Mesin
Oli mesin ini dibagi atas tiga jenis oli, yaitu oli mineral, semi sintetik dan full sintetik. Oli mineral adalah oli berbahan minyak bumi (based oil), untuk oli semi sintetik adalah oli yang dibuat dari perpaduan antara oli mineral dan sintetik, sedangkan oli full sintetik dibuat dari bahan murni oli sintetik yang dikembangkan untuk pemakaian yang lebih tahan lama didalam mesin mobil.

Pada oli mesin kekentalan penggunaan telah di tetapkan dengan SAE (Society Automotive Engineers) untuk iklim indonesia yang berada di wilayah tropis menggunakan 15W-30 sampai 20W/50 Sedangkan mutu atau kualitas disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute), ditandai dengan huruf besar. Untuk jenis mobil bensin biasanya menggunakan huruf S (service/spark) sedangkan pada bensin menggunakan huruf C (comercial). 

Penggantian oli mesin umumnya diukur dari jarak tempuh per kilometer mobil. Oli mineral dapat digunakan maksimal sampai 7000 km dan oli sintetik dapat di gunakan sampai 10.000 km, tetapi sebaiknya melakukan penggantian oli yang telah ditetapkan oleh pihak pabrikan atau ATPM yaitu umumnya 5000 km, agar kondisi mesin tetap prima.

Harga oli mobil per ukuran galon yang ada di pasaran berkisar antara Rp. 113.000,- hingga Rp. 300.000,-   belum termasuk jasa penggantian. Jadi persiapkan agenda rutin mengganti oli mesin mobil sebelum komponen mesin mengalami kerusakan, caranya dengan mencatat kilometer awal padasaat menggunakan oli yang baru.

Oli Transmisi
Penggunaan oli juga dipakai dalam transmisi kendaraan. Khusus untuk ini, telah dikenal ada dua jenis oli transmisi yaitu untuk transmisi manual dan matik, penggunaan oli-pun tentu berbeda. Oli transmisi manual dapat digunakan sampai 10.000 km, itu artinya oli bisa digunakan sampai sejauh 10.000 km dalam keadaan jalan, belum termasuk dalam kondisi macet atau tiap enam bulan sekali.  

Pada oli khusus matic, sebaiknya lakukan penggantian setiap kelipatan 20.000 km. Bicara soal harga oli transmisi yang saat ini adalah sekitar Rp. 27.000,- hingga Rp. 43.000 untuk transmisi manual, sedangkan harga oli untuk transmisi matik sekitar Rp. 60.000,- hingga Rp. 220.000,- .

Oli Gardan
Secara umum penggantian oli gardan biasanya dilakukan bersamaan dengan oli transmisi,  Gantilah oli gardan secara rutin setiap 20.000 km, dan gunakan nilai kekentalan pelumas sesuai yang dianjurkan produsen kendaraan. Harga oli gardan yang ada di pasaran adalah sekitar Rp. 27.000,- hingga Rp. 43.000,-

Oli / Minyak Rem
Seperti halnya oli mesin, minyak rem ini juga ada grade-nya seperti halnya SAE dan API, yang dinyatakan dalam satuan DOT(Department Of Transportation). DOT adalah nilai titik didih dari minyak rem dalam meredam panas akibat pengereman, semakin rendah angka DOT kemampuan meredam panasnya juga kecil. Biasanya minyak rem DOT 3 yang umum digunakan untuk kendaraan harian, sementara DOT yang tinggi seperti DOT 5 dipergunakan untuk kendaraan lomba.

Dipasaran ada DOT 3, DOT 4, dan DOT 5. Makin tinggi angka DOT-nya, makin rentan terhadap masa pakai. Kalau grade-nya DOT 3, tidak ada masalah pada masa untuk sistem rem, minyak rem itu harus diganti minimal setelah kendaraan digunakan setahun. Kalau DOT-nya lebih tinggi, DOT 5 umpamanya, maka waktu penggantiannya dapat lebih singkat.

Oli / Minyak Power Steering
Pada perangkat power steering tak luput dari penggunaan oli. Oli pada powersteering digunakan sebagai pompa hidraulik sehingga meringankan pengguna kendaraan mobil untuk menggerakan pengendali stir mobil.

Oli pada power steering penggantiannya kurang lebih sama dengan penggantian minyak rem. Biasanya dilakukan penggantian ulang/menguras setiap 25.000 km atau sekitar dua tahun dari pemakaian awal mobil. Harga oli yang ada dipasaran adalah sekitar Rp. 28.000,- sampai Rp. 60.000,-.
Klik Image di bawah untuk tabel Agenda Ganti Oli dalam ukuran besar.
table-ganti-oli-sml.jpg

Senin, 11 Oktober 2010

sistim suspensi mobil


PENOPANG TUNGGANGAN
Sekilas suspensi mobil sama dengan mobil standar jalanan. 
Tapi kalau dikorek lebih jauh, bedanya banyak betul. Simak saja penuturan 
Taqwa SS soal perangkat ini.
Kita sering kali dibuat takjub oleh performa mobil WRC. Ia mampu melibas setiap medan –gravel,
aspal, dan salju-dengan baik dan handlingnya bagus. Mobil bias melaju kencang padahal
permukaan jalan kasar dan sulit dilewati oleh mobil biasa.
Rahasianya terletak pada suspensi yang digunakan. Dan peranti itulah yang memperkuat ketahanan
mobil tersebut disegala medan.
Buat kita, suspensi merupakan satu kata sederhana, tapi menjadi kata yang sangat kompleks bagi 
para mekanik WRC karena mengingat fungsi dan manfaatnya.
TECHNOFILE
PENOPANG TUNGGANGAN
Sekilas suspensi mobil sama dengan mobil standar jalanan. 
Tapi kalau dikorek lebih jauh, bedanya banyak betul. Simak saja 
penuturan Taqwa SS soal perangkat ini.
Kita sering kali dibuat takjub oleh performa mobil WRC. Ia mampu melibas setiap medan
–gravel, aspal, dan salju-dengan baik dan handlingnya bagus. Mobil bias melaju kencang 
padahal permukaan jalan kasar dan sulit dilewati oleh mobil biasa.
Rahasianya terletak pada suspensi yang digunakan. Dan peranti itulah yang memperkuat 
ketahanan mobil tersebut disegala medan.
Buat kita, suspensi merupakan satu kata sederhana, tapi menjadi kata yang sangat kompleks 
bagi para mekanik WRC karena mengingat fungsi dan manfaatnya.
Lantas apa sih suspensi itu? Itu adalah perangkat untuk menjaga agar mobil tetap bersentuhan
dengan jalanan dengan beban yang konstan. Secara fungsional, fungsi suspensi WRC dengan
mobil standar jalana tidak berbeda, hanya manfaatnya saja yang berbeda.
Perlu diingat, suspensi pada WRC memegang peranan penting karena berhubungan dengan
gerak dinamis kendaraan, daya tahan kendaraan, handling dan rasa percaya diri driver juga
co-driver. Kalau suspensi WRC kehilangan empat unsure tadi, hamper dipastikan mobil tak 
akan pernah menang. Apalagi finis.
Tapi pemakaian suspensi di WRC tidak sembarangan. Ada sejumlah aturan yang dikeluarkan
FIA yang membatasi pemakaian suspensi. Dan setiap tim harus tunduk pada ketentuan tersebut,
meskipun setiap tim memiliki fasilitas pendukung teknik janggih yang bias memproduksi
suspensi secara maksimal.

Saat ini sebagian besar kendaraan WRC memakai suspensi tipe MacPherson untuk 
bagian depan dan belakang
Tapi ada juga tim yang memakai trailing arm system untuk suspensi belakang. Untuk 
meningkatkan performa ketahanan suspensi, tim juga menggunakan external reservoir 
dumper, full adjustable bump dan rebound.
Tapi yang terpenting, rancanan suspensi harus sesuai dengan lintasan dan mobil yang 
dipakai. Tujuannya agar mobil mendapatkan daya cengkram yang pas, stabilitas yang 
baik serta kenyamanan yang cocok dengan selera driver.
Karakter suspensi mobil reli berbeda-beda di setiap lintasan. Untuk lintasan gravel kasar 
dan berbatu, mobil memakai suspensi yang memiliki karakter ekstra travel dan berdaya
tahan kuat. Tapi rasa nyaman bagi driver tetap dijaga. Setingan seperti ini juga berlaku 
bagi lintasan gravel yang jaraknya panjang.
Sedangkan untuk gravel dengan permukaan licin, mobil dituntut memiliki karakter suspensi 
yang agresif dan terkendali dengan mengurangi kenyamanan berkendara.
Untuk lintasan aspal, karakter suspensi mobil reli harus seperti racing car, yakni travel
minimum, stiff (kaku) serta jarak clrearance yang rendah. Sedangkan untuk medan bersalju, 
dipergunakan suspensi berkarakter soft dan medium travel sehingga mobil memiliki daya
cengkeram yang kuat dan handling yang baik.
Keterbatasan aturan dan sulitnya medan reli menyebabkan riset dan perkembangan suspensi 
WRCar sangat maju dan signifikan. Kemajuan itu tidak saja dalam kemampuan tetapi juga 
dalam pemakaian bahan.
Sering kali, suspensi WRCar terbuat dari titanium dan aluminium. Kedua bahan ini lebih unggul 
disbanding besi atau baja. Bobotnya lebih ringan dan kuat sehingga hanya diaplikasi sebagai 
batang penyagga atau penghubung suspensi. Denbgan bahan tersebut, penggunaan suspensi 
dapat menghemat ruang dan tidak mengganggu kerj asuspensi karena bobotnya ringan. Kinerja
suspensi WRCar juga disempurnakan dengan anti-roll bar system, yang membantu mengurangi
efek rolling kendaraan.
Saat ini hamper seluruh tim WRC mempercayakan pengembangan suspensi pada rumah
modifikasi yang mengkhususkan diri pada suspensi. Hanya tim Peugeot saja yang memakai

suspensi rancangan sendiri dan mereka berhasil mengembangkan system ‘hydro-electronic 
anti-roll control’. Dengan teknologi itu, penampilan tin Peugeot berkembang pesat secara
signifikan di berbagai permukaan lintasan.
Dan menurut saya teknologi suspensi akan terus berkembang serta akan menghasilkan 
terobosan baru yang luar biasa. Kita nantikan saja hasil risetnya.

Kamis, 07 Oktober 2010

casis kls 3


Soal chasis kelas 3
1.       Apakah fungsi transmisi pada sebuah kendaraan?
2.       Apakah perbedaan transmisi mobil dengan motor?
3.       Apakah yang kalian ketahui tentang sliding mesh, konstan mesh dan sinkronmesh?
4.       Komponen sinkronmesh terdiri apa saja?
5.       Fungasi ring sinkromes adalah untuk……….
6.       Jelaskan cara ring sinkromesh!
7.       Apakah tanda-tandanya ring sinkromesh masih layak pakai?
8.       Apakah fungsi dari shifting key?
9.       Jelaskan cara memasang shifting key!
10.   Jelaskan cara memasang shaft fork!
11.   Jelaskan cara memasang fork shift pemindah roda gigi 1 dan 2!
12.   Apakah fungsi idle gear pada transmisi kendaraan?
13.   Apakah yang anda ketahui tentang counter gear? Jelaskan!
14.   Jelaskan urutan perkaitan roda gigi untuk perkaitan kecepatan 1!
15.   Jika jumlah gigi roda gigi (z) roda gigi susun input adalah 33 (z1), roda gigi counter 53 (z2), roda gigi susun (z3) adalah 47 dan roda gigi susun (z4) adalah 63. Hitunglah rasionya!